BKPM Sebut Sektor Energi Sumbang Separuh Investasi Nasional

BKPM Sebut Sektor Energi Sumbang Separuh Investasi Nasional

2017-04-11 10:44:33 Admin
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, hari ini menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Kedatangan Tom, sapaan akrabnya, untuk membahas investasi nasional secara keseluruhan.
Sebab, dalam 5 tahun terakhir sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman kontriibusinya mencapai 40 persen dari investasi nasional. Dia menilai perlu koordinasi yang intensif antara BKPM dan Kemenko Maritim.
"Dengan banyak proyek baru di pembangkit listrik, migas (minyak dam gas) perkiraan saya bisa 25-40 persen dari investasi nasional. Belum lagi ditambah pariwisata dan perhubungan," kata Tom usai bertemu dengan Luhut di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (10/4).
Tingginya nilai investasi di sektor migas karena dana investasi yang dikucurkan untuk sektor tersebut sangat besar. Untuk satu proyek di sektor migas, nilainya bisa mencapai Rp 100 triliun.
"Bayangkan kalau misalnya punya target tahun ini Rp 678 triliun, berarti Rp 100 triliun itu gede banget loh satu proyek. Jadi kita harus memberikan perhatian khusus untuk menjaga kelangsungan proyek investasi di migas," tuturnya.
Sementara untuk sektor pariwisata, Tom mengatakan saat ini porsinya masih relatif kecil. Menurut dia, meskipun strategis dan multiplier effect terhadap ekonomi nasional cukup besar, nilai investasinya tidak sebesar seperti sektor migas.
"Jadi sektor jasa yang banyak buka lapangan kerja dan juga peluang untuk pinggiran-pinggiran negara, di daerah luar. Jadi dari sisi pemerataan penting dan ke sektor pinggiran, kemudian juga penghasil devisa," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah perlu menggenjot jumlah wisatawan manca negara dan pemasukan. Hal ini perlu koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya terkait konektivitas transportasi udara.
"Jadi perlu konektivitas airlines, terutama budget airlines supaya banyak airlines murah, dari banyak destinasi seperti Korea, China, Jepang, Australia, India dan sebagainya," jelasnya.[]

Berita Lain