Hindari Rugi Saat Membeli Tanah, Lakukan Cara Ini !

Hindari Rugi Saat Membeli Tanah, Lakukan Cara Ini !

2017-03-14 08:47:03

Banyak sekali kalangan yang sepakat bahwa berbisnis tanah merupakan salah bisnis yang selalu menguntungkan. Orang-orang selalu butuh tanah untuk tempat tinggal dan kepentingan lainnya. Jumlah itu semakin bertambah dari hari ke hari, sementara jumlah tanah tidak bertambah. Asumsinya, harga tanah pasti akan semakin mahal. Namun, investasi tanah bisa menjadi senjata makan tuan jika tidak dipikirkan dengan matang. Salah satu alasannya, tanah adalah investasi jangka panjang. Agar Anda tidak rugi saat membeli tanah, ada baiknya memperhatikan aspek berikut ini:

1. Lokasi Tanah

Menentukan lokasi tanah ini merupakan hal yang sangat penting sekali, dalam hal ini Anda harus benar-benar jeli dalam memperkirakan tanah mana yang berpotensi mengalami kenaikan harga yang tinggi. Umumnya tanah yang berlokasi di pusat-pusat bisnis dan industri berpotensi mengalami kenaikan harga yang tajam, begitu juga dengan lokasi yang merupakan kawasan pemukiman.

Selain itu, kawasan yang sedang dikembangkan juga memiliki prospek yang cukup bagus, seperti lokasi yang sedang dikembangkan untuk pusat pendidikan, bisnis dan industri baru, proyek-proyek pemerintah, dan lain sebagainya. Tanah yang berlokasi di kawasan yang sedang dikembangkan ini sering disebut sebagai tanah setengah matang, maksudnya tanah yang siap dimasak untuk mendatangkan keuntungan yang tinggi.

2. Kondisi Tanah 

Kondisi tanah ini meliputi banyak hal, diantaranya adalah bentuk tanah, kerataan dan kepadatan tanah, ukuran tanah, dan hadap tanah, semua hal ini sangat penting Anda pertimbangkan. Untuk masalah bentuk tanah, biasanya pembeli lebih menyukai tanah yang memiliki bentuk persegi dan juga trapesium. Akan tetapi, kadang pembeli merasa enggan juga dengan bentuk persegi panjang yang lebar mukanya kurang bagus, khusus persegi panjang biasanya masih diminati selama lebar mukanya 40-75% dari total panjang tanah tersebut.

Untuk kerataan dan kepadatan tanah, ini juga akan menjadi masalah tersendiri bagi Anda karena pembeli lebih menyukai tanah yang rata dan juga padat, tanah yang tidak rata dan tidak padat tentu membutuhkan biaya untuk memperbaikinya, dan hal ini akan menjadi kelemahan dalam proses negosiasi, imbasnya adalah pembeli akan meminta potongan harga kepada Anda.

3. Negosiasi Harga Tanah 

Dalam melakukan negosiasi harga tanah, tentu yang kita harapkan adalah pembeli setuju dengan harga yang kita tawarkan. Nah, untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan ini, sebenarnya Anda hanya butuh sebuah alasan yang kuat kenapa kita menawarkan harga tersebut kepada pembeli, jika Anda dapat memberikan alasan yang kuat kepada pembeli maka pembeli nantinya akan terpengaruh dengan alasan-alasan tersebut. Lalu, apa saja yang dapat Anda jadikan alasan? Ada banyak, contohnya adalah semua keunggulan yang dimiliki tanah tersebut, dengan keunggulan yang dimilikinya maka sebuah tanah harus dijual dengan harga yang pantas, itu jika Anda berperan sebagai penjualnya.

4. Legalitas dan Kelengkapan Surat Tanah

Dalam kaitannya legalitas tanah, ini berkaitan dengan hak atas tanah tertentu, dan hak atas tanah ini bisa bermacam-macam, di antaranya hak sewa, hak pakai, hak milik, dan sebagainya. Kalau Anda membeli tanah tersebut bertujuan untuk memilikinya, pastikan bahwa hak yang Anda dapat merupakan hak milik atas tanah tersebut, dan pastikan bahwa surat-surat dari tanah tersebut atau sertifikat hak milik lengkap dan keabsahan yang sudah jelas.

Namun demikian, Anda tidak perlu terlalu mencemaskan hal tersebut. Untuk itu, jangan sungkan untuk bertanya kepada ahlinya, dalam hal ini notaris yang berpengalaman.

5. Kestabilan Keuangan

Investasi tanah ini akan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih lama. Dibandingkan dengan dua tahun, tanah akan lebih menguntungkan jika Anda jual ketika sudah lima tahun. Hal ini seperti yang sudah dibahas diatas bahwa harga tanah setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

Dalam masa tunggu ini, Anda harus benar-benar memperhatikan keuangan Anda agar tidak collapse. Kenapa demikian? Bisa dibayangkan jika di tengah-tengah masa tunggu Anda kesulitan uang, apa yang akan Anda lakukan? Tentu saja terpaksa menjual tanah yang Anda miliki. Kalau tingkat keuntungan yang Anda harapkan sudah tercapai tidak masalah. Akan tetapi jika masa tunggu tanah baru satu atau dua tahun, tentu saja hal ini akan jauh menurunkan tingkat keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Pertimbangan tipe tanah kavling

Setelah tahu patokan dalam memilih tanah, pertimbangan lainnya adalah melihat tipe tanah kavling yang sesuai dengan letak dan posisinya terhadap lingkungan sekitar. Dalam buku “Menjadi Kaya melalui Properti” karya pengamat properti Panangian Simanungkalit, dibeberkan enam tipe tanah kavling.

1. Tipe kuldesak

Tipe kavling ini lokasinya di ujung jalan buntu. Sedangkan ke bagian belakang makin melebar. Terbilang cocok dibangun rumah tinggal meski nilai minusnya adalah area depannya sempit untuk lahan parkir.

2. Tipe interior lot

Tipe tanah kavling ini berada di tengah-tengah perumahan. Minusnya hanya memiliki satu pandang ke depan saja tapi bagus dari segi keamanan. 

3. Tipe corner lot

Sebutan lainnya adalah tanah hook atau di sudut. Lantaran di sudut, biasanya ada kelebihan tanah. Biasanya tipe kavling tanah ini banyak dimanfaatkan untuk bangunan komersial karena muka bangunan lebih luas.

4. Tipe intersection lot

Disebut juga sebagai tipe tanah tusuk sate. Nilai plusnya ada di pandanganya yang luas tapi dinilai kurang aman dari segi keamanan.

Demikian hal yang harus diperhatikan sebelum membeli tanah agar Anda tidak rugi. !